MAKALAH
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
MASA REMAJA
Dosen Pengampu: Djoko Santoso

DI SUSN OLEH:
MAFIAH JOSI PUSPITASARI A 310120101
PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA
DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2012/2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masa remaja sering kali dikenal dengan istilah masa
pubertas. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalanmi masa pubertas
seringkali menampilkan berbagai macam gejolak emosi, kemudian mencoba menarik
diri dari keluarga, mempunyai berbagai masalah, baik di dalam lingkungan
keluarga, sekolah maupun mayarakat.
Kenakalan remaja pada zaman sekarang ini sudah
melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak remaja yang sudah mengenal dan
mulai mencoba minuman keras, narkoba, rokok dan bahkan sudah melakukan tindakan
kriminalitas lainnya. Hal ini dapat dilihat pada zaman sekarang ini. Fakta itu
ditunjukkan dengan tingkat kenakalan dan kriminalitas yang semakin meningkat
yang diakukan oleh anak usia remaja. Hal ini disebabkan oleh motviasi para
remaja untuk melakukan tindakan kriminalitas yang sederhana. Missal: seorang
anak remaja mencuri karena ingin memberikan hadiah kepada yang disukainya agar
terkesan mengagumkan sehingga anak tersebut melakukan tindakan kriminal.
Akibatnya, para orangtua mengkawatirkan
perilaku-perilaku anaknya yang seringkali melawan orang tuanya. Pada umumnya
tindakan beresiko muncul pada saat anak usia remaja seperti ini. Pada masa-masa
inilah para orangtua harus semakin waspada terhadap tingkah laku anaknya di
luar lingkungan keluarga.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Apakah
pengertian dari masa remaja?
2. Apakah
ciri-ciri dari masa remaja?
C. TUJUAN
1. Untuk
mengetahui pengertian dari masa remaja.
2. Untuk
mengertahui ciri-ciri dari masa remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN MASA REMAJA
Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu
adolescere yang baerarti to grow atau to grow maturity (Golinko, 1984 dalam
rice, 1990). Banyak tokoh yang memberikan definisi mengenai masa remaja,
seperti DeBurn ( dalam Rice, 1990) berpendapat bahwa remaja sebagai periode
pertumbuhan antara masa anak-anak dengan masa dewasa. Papalia dan Olds (2001)
tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan
secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence).
Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah
masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada
umunya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia belasan tahun
atau awal dua puluh tahun.
Menurut Adam dan Gullota (dalam Aora, 1997)
berpendapat bahwa masa remaja meliputi usia antara 11 tahun hingga 20 tahun. Sedangkan
Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 tahun hingga 16
atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa
remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurluck karena masa remaja akhir individu
telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.
Papalia dan Olds (2001) berpendapat bahwa masa
remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa. Sedangkan Anna Freud
(dalam Hurluck, 1990), berpendapat bahwa dan terjadi hubungan berhubungan
dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubunagn
orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses
pembentukan orientasi masa depan.
Transisi perkembangan masa remaja berarti sebagian
perkembangan masa kanak-kanak masih dialami namun sebagian kematangan masa
dewasa sudah dicapai (Hurlock,1990). Bagian dari masa kanak-kanak itu antara
lain proses pertumbuhan biologis misalnya perubahan tinggi badan terus
bertambah. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan
semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang
ditandai dengan mampu berpikir secara absrak (Hurlock, 1990; Papalia dan Olds,
2001).
Yang dimaksud dengan perkembangan adalah perubahan
yang terjadi pada masa rentang kehidupan (Papalia dan Olds, 2001). Perubahan
ini dapat terjadi secara kuantitatif, misalnya pertambahan tinggi atau berat
tubuh, dan kualitatif, misalnya perubahan berpikir secara konkret menjadi
abstrak (Papalia dan Olds, 2001). Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi
pada aspek-aspek yang berbeda. Ada tiga aspek yang di kemukakan Papalia dan
Olds (2001) yaitu (1) Perkembangan fisik, (2) Perkembangan kognitif, (3)
Perkembangan kepribadian dan sosial.
B. CIRI-CIRI
MASA REMAJA
Masa
remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa perubahan terjadi perubahan yang
cepat baik secara fisik maupun psikologis. Ada perubahan yang terjadi pada masa
remaja, yaitu:
1.
Peningkatan
emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan
sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari
perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi
kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam
kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan
dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak
lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung
jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya
waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa
kuliah.
2.
Perubahan
yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang
perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka
sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal
seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan
eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat
berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
3.
Perubahan
dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa
remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak
digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga
dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka
remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang
lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja
tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama,
tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.
4.
Perubahan
nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi
kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
5.
Kebanyakan
remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi
mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung
jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka
sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.
BAB III
PENUTUP
- SIMPULAN
Masa remaja adalah masa perubahan
dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa ini dimulai pada umur antara 11
tahun hingga 18 tahun. Masa remaja mempunyai ciri-ciri yaitu perubahan
emosional, perubahan fisik, perubahan yang menarik dalam dirinya dan hubungan
dengan orang lain, perubahan nilai dan sikap remaja yang ambivalen dalam menghadapi
perubahan yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
Themebuilder. 2010. “Perkembangan Remaja”.
nuraelpidia.student.umm.ac.id.
Diakses pada 3 maret
2013.
Elizabeth, B. Harlock. 1996. “Psikologi Perkembangan”. Jakarta:
Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar