Kamis, 07 Maret 2013

FONETIK


PENGERTIAN FONETIK MENURUT PARA AHLI
1.      Fonetik adalah cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda mkjna atau tidak (Abdul Chaer, 1994:102).
2.      Fonetik adalah ilmu yang menyelidiki dan menganalisa bunyi-bunyi ujaran yang dipakai dalam tutur, serta mempelajari bagaimana menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan alat ucap manusia (Keraf, 1984: 30).
3.      Masnur Muslich dalam bukunya Fonologi Bahasa Indonesia (2008)
Fonetik adalah bidang kajian ilmu pengetahuan (science) yang menelaah bagaimana manusia menghasilkan bunyi-bunyi bahasa dalam ujaran, menelaah gelombang-gelombang bunyi bahasa yang dikeluarkan, dan bagaimana alat pendengaran manusia menerima bunyi-bunyi bahasa untuk dianalisi oleh otak manusia. (O’connor, 1982:10-11, Ladefoged, 1982:1)
4.      Drs. A. Chaedar Alwasilah dalam bukunya Linguistik Suatu Pengantar (1983)
Fonetik adalah bagian dari linguistik yang mempelajari proses ujaran.
5.      Bertil Malmberg (1968)
Fonetik ialah pengkajian yang lebih menitikberatkan pada ekspresi bahasa, bukan isinya. Menurut Bertil Malmberg ilmu fonetik dibagi menjadi empat cabang, yaitu ilmu fonetik umum, ilmu fonetik deskriptif, ilmu fonetik sejarah, dan ilmu fonetik normatif.
6.      Drs. A. Chaedar Alwasilah dalam bukunya Linguistik Suatu Pengantar (1983)
Fonetik adalah bagian dari linguistik yang mempelajari proses ujaran.


PENGERTIAN FONETIK MENURUT PRIBADI

Dari beberapa definisi para ahli diatas, fonetik menurut saya adalah
Fonetik adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa sebagai suatu proses dari alat-alat ucap untuk menghasilkan bunyi yang dituturkan oleh pembicara kepada pendengar sehingga pendenagar dapat meneima apa yang dituturkan oleh pembicara.

PERTANYAAN

1.      Apakah pngertian fonetik menurut para ahli?
Jawab:
1.      Fonetik adalah ilmu yang menyelidiki penghasilan, penyanpaian dan penerimaan bunyi bahasa ( Harimurti Kridalaksana, 2008:63).
2.      Fonetik adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa tanpa melihat fungsi bunyi itu sebagai pembeda makna dalam suatu bahasa (langue) (Malberg, Verhaar & Ramelan dalam Sumarsono, 1993:1).
3.      Drs. A. Chaedar Alwasilah dalam bukunya Linguistik Suatu Pengantar (1983)
Fonetik adalah bagian dari linguistik yang mempelajari proses ujaran.

Makalah PPD


MAKALAH
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
MASA REMAJA
Dosen Pengampu: Djoko Santoso

DI SUSN OLEH:
MAFIAH JOSI PUSPITASARI                 A 310120101

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2012/2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Masa remaja sering kali dikenal dengan istilah masa pubertas. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalanmi masa pubertas seringkali menampilkan berbagai macam gejolak emosi, kemudian mencoba menarik diri dari keluarga, mempunyai berbagai masalah, baik di dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun mayarakat.
Kenakalan remaja pada zaman sekarang ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak remaja yang sudah mengenal dan mulai mencoba minuman keras, narkoba, rokok dan bahkan sudah melakukan tindakan kriminalitas lainnya. Hal ini dapat dilihat pada zaman sekarang ini. Fakta itu ditunjukkan dengan tingkat kenakalan dan kriminalitas yang semakin meningkat yang diakukan oleh anak usia remaja. Hal ini disebabkan oleh motviasi para remaja untuk melakukan tindakan kriminalitas yang sederhana. Missal: seorang anak remaja mencuri karena ingin memberikan hadiah kepada yang disukainya agar terkesan mengagumkan sehingga anak tersebut melakukan tindakan kriminal.
Akibatnya, para orangtua mengkawatirkan perilaku-perilaku anaknya yang seringkali melawan orang tuanya. Pada umumnya tindakan beresiko muncul pada saat anak usia remaja seperti ini. Pada masa-masa inilah para orangtua harus semakin waspada terhadap tingkah laku anaknya di luar lingkungan keluarga.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah pengertian dari masa remaja?
2.      Apakah ciri-ciri dari masa remaja?

C.     TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pengertian dari masa remaja.
2.      Untuk mengertahui ciri-ciri dari masa remaja.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN MASA REMAJA
Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang baerarti to grow atau to grow maturity (Golinko, 1984 dalam rice, 1990). Banyak tokoh yang memberikan definisi mengenai masa remaja, seperti DeBurn ( dalam Rice, 1990) berpendapat bahwa remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa anak-anak dengan masa dewasa. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence).
Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umunya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia belasan tahun atau awal dua puluh tahun.
Menurut Adam dan Gullota (dalam Aora, 1997) berpendapat bahwa masa remaja meliputi usia antara 11 tahun hingga 20 tahun. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 tahun hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurluck karena masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.
Papalia dan Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurluck, 1990), berpendapat bahwa dan terjadi hubungan berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubunagn orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan.
Transisi perkembangan masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanak-kanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock,1990). Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya perubahan tinggi badan terus bertambah. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara absrak (Hurlock, 1990; Papalia dan Olds, 2001).
Yang dimaksud dengan perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada masa rentang kehidupan (Papalia dan Olds, 2001). Perubahan ini dapat terjadi secara kuantitatif, misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh, dan kualitatif, misalnya perubahan berpikir secara konkret menjadi abstrak (Papalia dan Olds, 2001). Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi pada aspek-aspek yang berbeda. Ada tiga aspek yang di kemukakan Papalia dan Olds (2001) yaitu (1) Perkembangan fisik, (2) Perkembangan kognitif, (3) Perkembangan kepribadian dan sosial.

B.     CIRI-CIRI MASA REMAJA
Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa perubahan terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik maupun psikologis. Ada perubahan yang terjadi pada masa remaja, yaitu:
1.      Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.
2.      Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
3.      Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.
4.      Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
5.      Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.










BAB III
PENUTUP
  1. SIMPULAN
Masa remaja adalah masa perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa ini dimulai pada umur antara 11 tahun hingga 18 tahun. Masa remaja mempunyai ciri-ciri yaitu perubahan emosional, perubahan fisik, perubahan yang menarik dalam dirinya dan hubungan dengan orang lain, perubahan nilai dan sikap remaja yang ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi.












DAFTAR PUSTAKA

Themebuilder. 2010. “Perkembangan Remaja”. nuraelpidia.student.umm.ac.id. Diakses pada 3 maret 
            2013.   
Elizabeth, B. Harlock. 1996. “Psikologi Perkembangan”. Jakarta: Erlangga.

Membaca Komprehensif


TUGAS FORTOFOLIO 1
NAMA                       : MAFIAH JOSI PUSPITASARI
NIM                            : A 310120101
MAKUL                    : MEMBACA KOMPREHENSIF
FAK/PROGDI          : FKIP/PBSID 2C

RANGKUMAN BUKU FONETIK
Linguistik didefinisikan sebagai kajian bahasa secara ilmiah. Linguistik sendiri adalah ilmu yang mempelajri bahasa secara umun. Kata ilmiah dalam linguistik berarti bahwa kajian bahasa melalui pengamatan yang teratur dan empiris yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya, serta mengacu pada teori umum tentang struktur bahasa. Salah satu bidang dalam linguistik adalah fonetik. Fonetik adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa. Bahasa adalah sistem lambang bunyi. Bunyi bahasa yang dimaksud adalah bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Studi fonetik dapat dibedakan menjadi tiga yaitu fonetik akustik fonetik auditoris dan fonetik artikulatoris.
Selain itu, ada beberapa manfaat yang dapat kita ambil setelah mempelajari fonetik. Manfaat fonetik terdiri atas dua manfaat yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis berhubungan dengan penguasaan bidang fonetik yang akan menjadi bekal utama bagi seseorang dalam rangka mengembangkan dirinya sebagai ilmuwan. Sedangkan manfaat praktisnya adalah seseorang yang berprofesi dan mendayagunakan kemampuan lisan patut menguasai fonetik. Misalnya seorang penyanyi, penyair, presenter dan lain-lain. Selain itu ada proses produksi dalam bunyi bahasa. Ada empat proses produksi dalam bunyi bahasa yaitu (a) proses mengalirnya udara dari paru-paru, (b) proses fonasi yang terjadi di daerah pita-pita suara, (c) proses oro-nasal mengalirnya udara ke rongga hidung pada saat mengucapkan bunyi nasal atau sengau, (d) proses artikulasi- yang terjadi di rongga mulut yaitu terhalangnya arus udara yang mengalir di titik-titik artikulasi atau di daerah artikulasi. Bunyi dapat dihasilkan melalui alat ucap manusia. Alat ucap sebenarnya berfungsi biologis (atau fisiologis) sebagai fungsi primernya. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan berbahasa yaitu saat menghasilkan bunyi-bunyi bahasa alat ucap ini berfungsi verbal (linguistis). Nama bunyi bahasa yang digunakan dalam studi fonetik meliputi laringal., faringal, dorsal, medial, laminal, apikal, uvular, veral, palatal, alveoral, dental, labial dan nasal.
Brikut ini adalah cara kerja alat ucap manusia. Pertama kali udara yang ada di paru-paru yang sudah dihirup dari luar di pompa ke luar paru-paru melalui tenggorok ke pangkal tenggorok ke tempat pita-pita suara (terjadi proses fonasi). Pita suara harus terbuka agar arus udara yang keluar dari paru-paru dapat melalui rongga mulut (terjadi proses artikulasi) atau ke rongga hidung (terjadi proses oro-nasal). Bunyi dibedakan menjadi dua yaitu bunyi segmental dan bunyi suprasegmental. Bunyi segmental adalah bunyi bahasa yang dapat disegmentasikan. Bunyi segmental meliputi bunyi vokoid dan bunyi kontoid. Bunyi bahasa dapat diklasifikasikan ke dalam bunyi vocal, bunyi konsonan dan bunyi diftong. Sedangkan bunyi suprasegmental adalah bunyi yang menyertai bunyi seg,ental (Marsono, 1999:115). Macam-macam bunyi suprasegmental dapat dibedakan menjadi empat yaitu tekanan/aksen/stress, panjang/kuantitas/durasi,  jeda/persendian dan nada/ pitch. Deskripsi bunyi bahasa diperlukan untuk memnuhi kebutuhan pengenalan terhadap bunyi bahasa. Studi fonetik memerlukan potensi yang melibatkan hafalan, pemahaman, keterampilan pelafalan, keterampilan pentranskipan dan aktivitas lainnya. Objek kajian dalam fonetik adalah bunyi bahasa, bunyi bahasa yang dikaji tanpa memperhatikan fungsi bunyi bahasa sebagai pembeda makna. Tujuan transkripsi fonetis adalah untuk memberikan contoh pelafalan yang sesuai dengan bahasa tertentu.